Sarana Untuk Berbagi Ilmu Belajar Daring

Surah An-Nas

Surah An-Nas

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ ﴿١
[1] Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.

مَلِكِ ٱلنَّاسِ ﴿٢
[2] Raja manusia.

إِلَٰهِ ٱلنَّاسِ ﴿٣
[3] Sembahan manusia.

مِن شَرِّ ٱلْوَسْوَاسِ ٱلْخَنَّاسِ ﴿٤
[4] Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,

ٱلَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُورِ ٱلنَّاسِ ﴿٥
[5] yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ ﴿٦
[6] dari (golongan) jin dan manusia.
Share:

Surah Al-Falaq

Surah Al-Falaq

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلْفَلَقِ ﴿١
[1] Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,

مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢
[2] dari kejahatan makhluk-Nya,

وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣
[3] dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِى ٱلْعُقَدِ ﴿٤
[4] dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,

وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿٥
[5] dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki".
Share:

Surah Al-Ikhlas

Surah Al-Ikhlas

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ ٱللهُ أَحَدٌ ﴿١
[1] Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa.

ٱللهُ ٱلصَّمَدُ ﴿٢
[2] Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣
[3] Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ ﴿٤
[4] dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".
Share:

Surah An-Nasr

Surah An-Nasr

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

إِذَا جَآءَ نَصْرُ ٱللهِ وَٱلْفَتْحُ ﴿١
[1] Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,

وَرَأَيْتَ ٱلنَّاسَ يَدْخُلُونَ فِى دِينِ ٱللهِ أَفْوَاجًۭا ﴿٢
[2] dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَٱسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ تَوَّابًۢا ﴿٣
[3] maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.
Share:

Surah Al-Lahab


Surah Al-Lahab

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

تَبَّتْ يَدَآ أَبِى لَهَبٍۢ وَتَبَّ ﴿١
[1] Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.

مَآ أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُۥ وَمَا كَسَبَ ﴿٢
[2] Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.

سَيَصْلَىٰ نَارًۭا ذَاتَ لَهَبٍۢ ﴿٣
[3] Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.

وَٱمْرَأَتُهُۥ حَمَّالَةَ ٱلْحَطَبِ ﴿٤
[4] Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar.

فِى جِيدِهَا حَبْلٌۭ مِّن مَّسَدٍۭ ﴿٥
[5] Yang di lehernya ada tali dari sabut.
Share:

Surah Al-Kausar

Surah Al-Kausar

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

إِنَّآ أَعْطَيْنَٰكَ ٱلْكَوْثَرَ ﴿١
[1] Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ ﴿٢
[2] Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلْأَبْتَرُ ﴿٣
[3] Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.
Share:

Surah Al-Kafirun

Surah Al-Kafirun

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ ﴿١
[1] Katakanlah: "Hai orang-orang kafir,

لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢
[2] Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ ﴿٣
[3] Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.

وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٌۭ مَّا عَبَدتُّمْ ﴿٤
[4] Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,

وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ ﴿٥
[5] dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ ﴿٦
[6] Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku".
Share:

Surah Al-Ma’un

Surah Al-Ma’un

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

أَرَءَيْتَ ٱلَّذِى يُكَذِّبُ بِٱلدِّينِ ﴿١
[1] Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

فَذَٰلِكَ ٱلَّذِى يَدُعُّ ٱلْيَتِيمَ ﴿٢
[2] Itulah orang yang menghardik anak yatim,

وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلْمِسْكِينِ ﴿٣
[3] dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.

فَوَيْلٌۭ لِّلْمُصَلِّينَ ﴿٤
[4] Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,

ٱلَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ ﴿٥
[5] (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,

ٱلَّذِينَ هُمْ يُرَآءُونَ ﴿٦
[6] orang-orang yang berbuat riya,

وَيَمْنَعُونَ ٱلْمَاعُونَ ﴿٧
[7] dan enggan (menolong dengan) barang berguna.
Share:

Surah Al-Fil

Surah Al-Fil

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَٰبِ ٱلْفِيلِ ﴿١
[1] Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?

أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِى تَضْلِيلٍۢ ﴿٢
[2] Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka´bah) itu sia-sia?

وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ ﴿٣
[3] dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong,

تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍۢ مِّن سِجِّيلٍۢ ﴿٤
[4] yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,

فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍۢ مَّأْكُولٍۭ ﴿٥
[5] lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).
Share:

Surah Quraisy

Surah Quraisy

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

لِإِيلَٰفِ قُرَيْشٍ ﴿١
[1] Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,

إِۦلَٰفِهِمْ رِحْلَةَ ٱلشِّتَآءِ وَٱلصَّيْفِ ﴿٢
[2] (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.

فَلْيَعْبُدُوا۟ رَبَّ هَٰذَا ٱلْبَيْتِ ﴿٣
[3] Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka´bah).

ٱلَّذِىٓ أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍۢ وَءَامَنَهُم مِّنْ خَوْفٍۭ ﴿٤
[4] Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.
Share:

Surah Al-`Asr

Surah Al-`Asr

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

وَٱلْعَصْرِ ﴿١
[1] Demi masa.

إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَفِى خُسْرٍ ﴿٢
[2] Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ ﴿٣
[3] kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Share:

Surah Al-Humazah

Surah Al-Humazah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

وَيْلٌۭ لِّكُلِّ هُمَزَةٍۢ لُّمَزَةٍ ﴿١
[1] Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,

ٱلَّذِى جَمَعَ مَالًۭا وَعَدَّدَهُۥ ﴿٢
[2] yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung,

يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُۥٓ أَخْلَدَهُۥ ﴿٣
[3] dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya,

كَلَّا ۖ لَيُنۢبَذَنَّ فِى ٱلْحُطَمَةِ ﴿٤
[4] sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.

وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا ٱلْحُطَمَةُ ﴿٥
[5] Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?

نَارُ ٱللهِ ٱلْمُوقَدَةُ ﴿٦
[6] (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,

ٱلَّتِى تَطَّلِعُ عَلَى ٱلْأَفْـِٔدَةِ ﴿٧
[7] yang (membakar) sampai ke hati.

إِنَّهَا عَلَيْهِم مُّؤْصَدَةٌۭ ﴿٨
[8] Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,

فِى عَمَدٍۢ مُّمَدَّدَةٍۭ ﴿٩
[9] (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.
Share:

Surah Al-Qari`ah

Surah Al-Qari`ah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

ٱلْقَارِعَةُ ﴿١
[1] Hari Kiamat,

مَا ٱلْقَارِعَةُ ﴿٢
[2] apakah hari Kiamat itu?

وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا ٱلْقَارِعَةُ ﴿٣
[3] Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?

يَوْمَ يَكُونُ ٱلنَّاسُ كَٱلْفَرَاشِ ٱلْمَبْثُوثِ ﴿٤
[4] Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran,

وَتَكُونُ ٱلْجِبَالُ كَٱلْعِهْنِ ٱلْمَنفُوشِ ﴿٥
[5] dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.

فَأَمَّا مَن ثَقُلَتْ مَوَٰزِينُهُۥ ﴿٦
[6] Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,

فَهُوَ فِى عِيشَةٍۢ رَّاضِيَةٍۢ ﴿٧
[7] maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.

وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَٰزِينُهُۥ ﴿٨
[8] Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,

فَأُمُّهُۥ هَاوِيَةٌۭ ﴿٩
[9] maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.

وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا هِيَهْ ﴿١٠
[10] Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?

نَارٌ حَامِيَةٌۢ ﴿١١
[11] (Yaitu) api yang sangat panas.

Share:

Surah At-Takasur

Surah At-Takasur

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

أَلْهَىٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرُ ﴿١
[1] Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,

حَتَّىٰ زُرْتُمُ ٱلْمَقَابِرَ ﴿٢
[2] sampai kamu masuk ke dalam kubur.

كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ ﴿٣
[3] Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),

ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ ﴿٤
[4] dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.

كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ ٱلْيَقِينِ ﴿٥
[5] Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,

لَتَرَوُنَّ ٱلْجَحِيمَ ﴿٦
[6] niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim,

ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ ٱلْيَقِينِ ﴿٧
[7] dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ´ainul yaqin.

ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ ٱلنَّعِيمِ ﴿٨
[8] kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).
Share:

Surah Al-`Adiyat

Surah Al-`Adiyat

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

وَٱلْعَٰدِيَٰتِ ضَبْحًۭا ﴿١
[1] Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah,

فَٱلْمُورِيَٰتِ قَدْحًۭا ﴿٢
[2] dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya),

فَٱلْمُغِيرَٰتِ صُبْحًۭا ﴿٣
[3] dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi,

فَأَثَرْنَ بِهِۦ نَقْعًۭا ﴿٤
[4] maka ia menerbangkan debu,

فَوَسَطْنَ بِهِۦ جَمْعًا ﴿٥
[5] dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,

إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لِرَبِّهِۦ لَكَنُودٌۭ ﴿٦
[6] sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,

وَإِنَّهُۥ عَلَىٰ ذَٰلِكَ لَشَهِيدٌۭ ﴿٧
[7] dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,

وَإِنَّهُۥ لِحُبِّ ٱلْخَيْرِ لَشَدِيدٌ ﴿٨
[8] dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta.

۞ أَفَلَا يَعْلَمُ إِذَا بُعْثِرَ مَا فِى ٱلْقُبُورِ ﴿٩
[9] Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur,

وَحُصِّلَ مَا فِى ٱلصُّدُورِ ﴿١٠
[10] dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada,

إِنَّ رَبَّهُم بِهِمْ يَوْمَئِذٍۢ لَّخَبِيرٌۢ ﴿١١
[11] sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka.
Share:

Surah Az-Zalzalah

Surah Az-Zalzalah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

إِذَا زُلْزِلَتِ ٱلْأَرْضُ زِلْزَالَهَا ﴿١
[1] Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat),

وَأَخْرَجَتِ ٱلْأَرْضُ أَثْقَالَهَا ﴿٢
[2] dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,

وَقَالَ ٱلْإِنسَٰنُ مَا لَهَا ﴿٣
[3] dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?",

يَوْمَئِذٍۢ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا ﴿٤
[4] pada hari itu bumi menceritakan beritanya,

بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَىٰ لَهَا ﴿٥
[5] karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.

يَوْمَئِذٍۢ يَصْدُرُ ٱلنَّاسُ أَشْتَاتًۭا لِّيُرَوْا۟ أَعْمَٰلَهُمْ ﴿٦
[6] Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka,

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًۭا يَرَهُۥ ﴿٧
[7] Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍۢ شَرًّۭا يَرَهُۥ ﴿٨
[8] Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.
Share:

Surah Al-Qadr

Surah Al-Qadr

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةِ ٱلْقَدْرِ ﴿١
[1] Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.

وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ ﴿٢
[2] Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌۭ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍۢ ﴿٣
[3] Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.

تَنَزَّلُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍۢ ﴿٤
[4] Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.

سَلَٰمٌ هِىَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ ٱلْفَجْرِ ﴿٥
[5] Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.
Share:

Surah Al-Bayyinah

Surah Al-Bayyinah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

لَمْ يَكُنِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ وَٱلْمُشْرِكِينَ مُنفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ ٱلْبَيِّنَةُ ﴿١
[1] Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,

رَسُولٌۭ مِّنَ ٱللهِ يَتْلُوا۟ صُحُفًۭا مُّطَهَّرَةًۭ ﴿٢
[2] (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Quran),

فِيهَا كُتُبٌۭ قَيِّمَةٌۭ ﴿٣
[3] di dalamnya terdapat (isi) Kitab-kitab yang lurus.

وَمَا تَفَرَّقَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ ٱلْبَيِّنَةُ ﴿٤
[4] Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.

وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ ﴿٥
[5] Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ وَٱلْمُشْرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَآ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ ٱلْبَرِيَّةِ ﴿٦
[6] Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمْ خَيْرُ ٱلْبَرِيَّةِ ﴿٧
[7] Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.

جَزَآؤُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّٰتُ عَدْنٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًۭا ۖ رَّضِىَ ٱللهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِىَ رَبَّهُۥ ﴿٨
[8] Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ´Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

Share:

Surah Al-`Alaq

Surah Al-`Alaq

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ ﴿١
[1] Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,

خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِنْ عَلَقٍ ﴿٢
[2] Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

ٱقْرَأْ وَرَبُّكَ ٱلْأَكْرَمُ ﴿٣
[3] Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,

ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ ﴿٤
[4] Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,

عَلَّمَ ٱلْإِنسَٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ﴿٥
[5] Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

كَلَّآ إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَيَطْغَىٰٓ ﴿٦
[6] Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,

أَن رَّءَاهُ ٱسْتَغْنَىٰٓ ﴿٧
[7] karena dia melihat dirinya serba cukup.

إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلرُّجْعَىٰٓ ﴿٨
[8] Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu).

أَرَءَيْتَ ٱلَّذِى يَنْهَىٰ ﴿٩
[9] Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang,

عَبْدًا إِذَا صَلَّىٰٓ ﴿١٠
[10] seorang hamba ketika mengerjakan shalat,

أَرَءَيْتَ إِن كَانَ عَلَى ٱلْهُدَىٰٓ ﴿١١
[11] bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran,

أَوْ أَمَرَ بِٱلتَّقْوَىٰٓ ﴿١٢
[12] atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?

أَرَءَيْتَ إِن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰٓ ﴿١٣
[13] Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling?

أَلَمْ يَعْلَم بِأَنَّ ٱللهَ يَرَىٰ ﴿١٤
[14] Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?

كَلَّا لَئِن لَّمْ يَنتَهِ لَنَسْفَعًۢا بِٱلنَّاصِيَةِ ﴿١٥
[15] Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya,

نَاصِيَةٍۢ كَٰذِبَةٍ خَاطِئَةٍۢ ﴿١٦
[16] (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.

فَلْيَدْعُ نَادِيَهُۥ ﴿١٧
[17] Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),

سَنَدْعُ ٱلزَّبَانِيَةَ ﴿١٨
[18] kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah,

كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَٱسْجُدْ وَٱقْتَرِب ۩ ﴿١٩
[19] sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).

Share:

Surah At-Tin

Surah At-Tin

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

وَٱلتِّينِ وَٱلزَّيْتُونِ ﴿١
[1] Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,

وَطُورِ سِينِينَ ﴿٢
[2] dan demi bukit Sinai,

وَهَٰذَا ٱلْبَلَدِ ٱلْأَمِينِ ﴿٣
[3] dan demi kota (Mekah) ini yang aman,

لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍۢ ﴿٤
[4] sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

ثُمَّ رَدَدْنَٰهُ أَسْفَلَ سَٰفِلِينَ ﴿٥
[5] Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),

إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍۢ ﴿٦
[6] kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.

فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِٱلدِّينِ ﴿٧
[7] Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?

أَلَيْسَ ٱللهُ بِأَحْكَمِ ٱلْحَٰكِمِينَ ﴿٨
[8] Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?
Share:

Surah Ad-Duha

Surah Ad-Duha

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

وَٱلضُّحَىٰ ﴿١
[1] Demi waktu matahari sepenggalahan naik,

وَٱلَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ ﴿٢
[2] dan demi malam apabila telah sunyi (gelap),

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ ﴿٣
[3] Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.

وَلَلْـَٔاخِرَةُ خَيْرٌۭ لَّكَ مِنَ ٱلْأُولَىٰ ﴿٤
[4] Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).

وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰٓ ﴿٥
[5] Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu , lalu (hati) kamu menjadi puas.

أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًۭا فَـَٔاوَىٰ ﴿٦
[6] Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?

وَوَجَدَكَ ضَآلًّۭا فَهَدَىٰ ﴿٧
[7] Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.

وَوَجَدَكَ عَآئِلًۭا فَأَغْنَىٰ ﴿٨
[8] Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.

فَأَمَّا ٱلْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ ﴿٩
[9] Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.

وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنْهَرْ ﴿١٠
[10] Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ ﴿١١
[11] Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.
Share:

Surah Al-Insyirah

Surah Al-Insyirah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ ﴿١
[1] Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,

وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ ﴿٢
[2] dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,

ٱلَّذِىٓ أَنقَضَ ظَهْرَكَ ﴿٣
[3] yang memberatkan punggungmu?

وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ ﴿٤
[4] Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu,

فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا ﴿٥
[5] Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,

إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًۭا ﴿٦
[6] sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ ﴿٧
[7] Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,

وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَٱرْغَب ﴿٨
[8] dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

Share:

Surah Al-Lail

Surah Al-Lail

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

وَٱلَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰ ﴿١
[1] Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),

وَٱلنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّىٰ ﴿٢
[2] dan siang apabila terang benderang,

وَمَا خَلَقَ ٱلذَّكَرَ وَٱلْأُنثَىٰٓ ﴿٣
[3] dan penciptaan laki-laki dan perempuan,

إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّىٰ ﴿٤
[4] sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.

فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَٱتَّقَىٰ ﴿٥
[5] Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,

وَصَدَّقَ بِٱلْحُسْنَىٰ ﴿٦
[6] dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga),

فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلْيُسْرَىٰ ﴿٧
[7] maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.

وَأَمَّا مَنۢ بَخِلَ وَٱسْتَغْنَىٰ ﴿٨
[8] Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup,

وَكَذَّبَ بِٱلْحُسْنَىٰ ﴿٩
[9] serta mendustakan pahala terbaik,

فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلْعُسْرَىٰ ﴿١٠
[10] maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.

وَمَا يُغْنِى عَنْهُ مَالُهُۥٓ إِذَا تَرَدَّىٰٓ ﴿١١
[11] Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.

إِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدَىٰ ﴿١٢
[12] Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk,

وَإِنَّ لَنَا لَلْـَٔاخِرَةَ وَٱلْأُولَىٰ ﴿١٣
[13] dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia.

فَأَنذَرْتُكُمْ نَارًۭا تَلَظَّىٰ ﴿١٤
[14] Maka, kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala.

لَا يَصْلَىٰهَآ إِلَّا ٱلْأَشْقَى ﴿١٥
[15] Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka,

ٱلَّذِى كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ ﴿١٦
[16] yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).

وَسَيُجَنَّبُهَا ٱلْأَتْقَى ﴿١٧
[17] Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu,

ٱلَّذِى يُؤْتِى مَالَهُۥ يَتَزَكَّىٰ ﴿١٨
[18] yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya,

وَمَا لِأَحَدٍ عِندَهُۥ مِن نِّعْمَةٍۢ تُجْزَىٰٓ ﴿١٩
[19] padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya,

إِلَّا ٱبْتِغَآءَ وَجْهِ رَبِّهِ ٱلْأَعْلَىٰ ﴿٢٠
[20] tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi.

وَلَسَوْفَ يَرْضَىٰ ﴿٢١
[21] Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.
Share:

Surah Al-Balad

Surah Al-Balad

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

لَآ أُقْسِمُ بِهَٰذَا ٱلْبَلَدِ ﴿١
[1] Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah),

وَأَنتَ حِلٌّۢ بِهَٰذَا ٱلْبَلَدِ ﴿٢
[2] dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini,

وَوَالِدٍۢ وَمَا وَلَدَ ﴿٣
[3] dan demi bapak dan anaknya.

لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ فِى كَبَدٍ ﴿٤
[4] Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.

أَيَحْسَبُ أَن لَّن يَقْدِرَ عَلَيْهِ أَحَدٌۭ ﴿٥
[5] Apakah manusia itu menyangka bahwa sekali-kali tiada seorangpun yang berkuasa atasnya?

يَقُولُ أَهْلَكْتُ مَالًۭا لُّبَدًا ﴿٦
[6] Dan mengatakan: "Aku telah menghabiskan harta yang banyak".

أَيَحْسَبُ أَن لَّمْ يَرَهُۥٓ أَحَدٌ ﴿٧
[7] Apakah dia menyangka bahwa tiada seorangpun yang melihatnya?

أَلَمْ نَجْعَل لَّهُۥ عَيْنَيْنِ ﴿٨
[8] Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata,

وَلِسَانًۭا وَشَفَتَيْنِ ﴿٩
[9] lidah dan dua buah bibir.

وَهَدَيْنَٰهُ ٱلنَّجْدَيْنِ ﴿١٠
[10] Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan,

فَلَا ٱقْتَحَمَ ٱلْعَقَبَةَ ﴿١١
[11] Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar.

وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا ٱلْعَقَبَةُ ﴿١٢
[12] Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?

فَكُّ رَقَبَةٍ ﴿١٣
[13] (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,

أَوْ إِطْعَٰمٌۭ فِى يَوْمٍۢ ذِى مَسْغَبَةٍۢ ﴿١٤
[14] atau memberi makan pada hari kelaparan,

يَتِيمًۭا ذَا مَقْرَبَةٍ ﴿١٥
[15] (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,

أَوْ مِسْكِينًۭا ذَا مَتْرَبَةٍۢ ﴿١٦
[16] atau kepada orang miskin yang sangat fakir.

ثُمَّ كَانَ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْمَرْحَمَةِ ﴿١٧
[17] Dan dia (tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.

أُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلْمَيْمَنَةِ ﴿١٨
[18] Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan.

وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا هُمْ أَصْحَٰبُ ٱلْمَشْـَٔمَةِ ﴿١٩
[19] Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri.

عَلَيْهِمْ نَارٌۭ مُّؤْصَدَةٌۢ ﴿٢٠
[20] Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat.
Share:

Surah Asy-Syams

Surah Asy-Syams

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

وَٱلشَّمْسِ وَضُحَىٰهَا ﴿١
[1] Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,

وَٱلْقَمَرِ إِذَا تَلَىٰهَا ﴿٢
[2] dan bulan apabila mengiringinya,

وَٱلنَّهَارِ إِذَا جَلَّىٰهَا ﴿٣
[3] dan siang apabila menampakkannya,

وَٱلَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰهَا ﴿٤
[4] dan malam apabila menutupinya,

وَٱلسَّمَآءِ وَمَا بَنَىٰهَا ﴿٥
[5] dan langit serta pembinaannya,

وَٱلْأَرْضِ وَمَا طَحَىٰهَا ﴿٦
[6] dan bumi serta penghamparannya,

وَنَفْسٍۢ وَمَا سَوَّىٰهَا ﴿٧
[7] dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),

فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَىٰهَا ﴿٨
[8] maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.

قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّىٰهَا ﴿٩
[9] sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,

وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا ﴿١٠
[10] dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَىٰهَآ ﴿١١
[11] (Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas,

إِذِ ٱنۢبَعَثَ أَشْقَىٰهَا ﴿١٢
[12] ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka,

فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ ٱللهِ نَاقَةَ ٱللهِ وَسُقْيَٰهَا ﴿١٣
[13] lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka: ("Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya".

فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُم بِذَنۢبِهِمْ فَسَوَّىٰهَا ﴿١٤
[14] Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah),

وَلَا يَخَافُ عُقْبَٰهَا ﴿١٥
[15] dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu.
Share:

Surah Al-Fajr

Surah Al-Fajr

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

وَٱلْفَجْرِ ﴿١
[1] Demi fajar,

وَلَيَالٍ عَشْرٍۢ ﴿٢
[2] dan malam yang sepuluh,

وَٱلشَّفْعِ وَٱلْوَتْرِ ﴿٣
[3] dan yang genap dan yang ganjil,

وَٱلَّيْلِ إِذَا يَسْرِ ﴿٤
[4] dan malam bila berlalu.

هَلْ فِى ذَٰلِكَ قَسَمٌۭ لِّذِى حِجْرٍ ﴿٥
[5] Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal.

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ ﴿٦
[6] Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ´Aad?

إِرَمَ ذَاتِ ٱلْعِمَادِ ﴿٧
[7] (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi,

ٱلَّتِى لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِى ٱلْبِلَٰدِ ﴿٨
[8] yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,

وَثَمُودَ ٱلَّذِينَ جَابُوا۟ ٱلصَّخْرَ بِٱلْوَادِ ﴿٩
[9] dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah,

وَفِرْعَوْنَ ذِى ٱلْأَوْتَادِ ﴿١٠
[10] dan kaum Fir´aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak),

ٱلَّذِينَ طَغَوْا۟ فِى ٱلْبِلَٰدِ ﴿١١
[11] yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,

فَأَكْثَرُوا۟ فِيهَا ٱلْفَسَادَ ﴿١٢
[12] lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu,

فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍ ﴿١٣
[13] karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab,

إِنَّ رَبَّكَ لَبِٱلْمِرْصَادِ ﴿١٤
[14] sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.

فَأَمَّا ٱلْإِنسَٰنُ إِذَا مَا ٱبْتَلَىٰهُ رَبُّهُۥ فَأَكْرَمَهُۥ وَنَعَّمَهُۥ فَيَقُولُ رَبِّىٓ أَكْرَمَنِ ﴿١٥
[15] Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: "Tuhanku telah memuliakanku".

وَأَمَّآ إِذَا مَا ٱبْتَلَىٰهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُۥ فَيَقُولُ رَبِّىٓ أَهَٰنَنِ ﴿١٦
[16] Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku".

كَلَّا ۖ بَل لَّا تُكْرِمُونَ ٱلْيَتِيمَ ﴿١٧
[17] Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim,

وَلَا تَحَٰٓضُّونَ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلْمِسْكِينِ ﴿١٨
[18] dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,

وَتَأْكُلُونَ ٱلتُّرَاثَ أَكْلًۭا لَّمًّۭا ﴿١٩
[19] dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil),

وَتُحِبُّونَ ٱلْمَالَ حُبًّۭا جَمًّۭا ﴿٢٠
[20] dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.

كَلَّآ إِذَا دُكَّتِ ٱلْأَرْضُ دَكًّۭا دَكًّۭا ﴿٢١
[21] Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut,

وَجَآءَ رَبُّكَ وَٱلْمَلَكُ صَفًّۭا صَفًّۭا ﴿٢٢
[22] dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris.

وَجِا۟ىٓءَ يَوْمَئِذٍۭ بِجَهَنَّمَ ۚ يَوْمَئِذٍۢ يَتَذَكَّرُ ٱلْإِنسَٰنُ وَأَنَّىٰ لَهُ ٱلذِّكْرَىٰ ﴿٢٣
[23] Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.

يَقُولُ يَٰلَيْتَنِى قَدَّمْتُ لِحَيَاتِى ﴿٢٤
[24] Dia mengatakan: "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini".

فَيَوْمَئِذٍۢ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهُۥٓ أَحَدٌۭ ﴿٢٥
[25] Maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksa-Nya.

وَلَا يُوثِقُ وَثَاقَهُۥٓ أَحَدٌۭ ﴿٢٦
[26] dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya.

يَٰٓأَيَّتُهَا ٱلنَّفْسُ ٱلْمُطْمَئِنَّةُ ﴿٢٧
[27] Hai jiwa yang tenang.

ٱرْجِعِىٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةًۭ مَّرْضِيَّةًۭ ﴿٢٨
[28] Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.

فَٱدْخُلِى فِى عِبَٰدِى ﴿٢٩
[29] Maka masuklah ke dalam jama´ah hamba-hamba-Ku,

وَٱدْخُلِى جَنَّتِى ﴿٣٠
[30] masuklah ke dalam surga-Ku.

Share:

Surah Al-A’la

Surah Al-A’la

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

سَبِّحِ ٱسْمَ رَبِّكَ ٱلْأَعْلَى ﴿١
[1] Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tingi,

ٱلَّذِى خَلَقَ فَسَوَّىٰ ﴿٢
[2] yang menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-Nya),

وَٱلَّذِى قَدَّرَ فَهَدَىٰ ﴿٣
[3] dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,

وَٱلَّذِىٓ أَخْرَجَ ٱلْمَرْعَىٰ ﴿٤
[4] dan yang menumbuhkan rumput-rumputan,

فَجَعَلَهُۥ غُثَآءً أَحْوَىٰ ﴿٥
[5] lalu dijadikan-Nya rumput-rumput itu kering kehitam-hitaman.

سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنسَىٰٓ ﴿٦
[6] Kami akan membacakan (Al Quran) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa,

إِلَّا مَا شَآءَ ٱللهُ ۚ إِنَّهُۥ يَعْلَمُ ٱلْجَهْرَ وَمَا يَخْفَىٰ ﴿٧
[7] kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.

وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرَىٰ ﴿٨
[8] dan Kami akan memberi kamu taufik ke jalan yang mudah,

فَذَكِّرْ إِن نَّفَعَتِ ٱلذِّكْرَىٰ ﴿٩
[9] oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat,

سَيَذَّكَّرُ مَن يَخْشَىٰ ﴿١٠
[10] orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran,

وَيَتَجَنَّبُهَا ٱلْأَشْقَى ﴿١١
[11] dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya.

ٱلَّذِى يَصْلَى ٱلنَّارَ ٱلْكُبْرَىٰ ﴿١٢
[12] (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka).

ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَىٰ ﴿١٣
[13] Kemudian dia tidak akan mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup.

قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ﴿١٤
[14] Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman),

وَذَكَرَ ٱسْمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿١٥
[15] dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang.

بَلْ تُؤْثِرُونَ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا ﴿١٦
[16] Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi.

وَٱلْـَٔاخِرَةُ خَيْرٌۭ وَأَبْقَىٰٓ ﴿١٧
[17] Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.

إِنَّ هَٰذَا لَفِى ٱلصُّحُفِ ٱلْأُولَىٰ ﴿١٨
[18] Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,

صُحُفِ إِبْرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ ﴿١٩
[19] (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa
Share:

Lalaran Nadzam Jauharul Maknun Full :

Postingan Populer

Labels

Blog Archive

Recent Posts